Belajar Pintar dan Sehat Dari Posyandu Literasi

Rembuk  
Posyandu Literasi di Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen

Oleh Romi Febriyanto Saputro*

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dengan melibatkan ibu-ibu yang berhimpun dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Persepsi awam dari masyarakat Posyandu itu identik dengan aktivitas “Timbangan”. Persepsi ini tidak sepenuhnya salah karena berat badan anak balita merupakan salah satu indikator kesehatan anak. Tidak boleh kelebihan berat badan sekaligus tidak boleh kekurangan berat badan. Namun persepsi ini juga tidak sepenuhnya benar karena fungsi utama Posyandu adalah melayani kesehatan ibu dan anak di tingkat akar rumput tidak terbatas sekedar mengurusi berat badan anak balita.

Saat ini kegiatan Posyandu berkembang tidak hanya mengurusi kesehatan ibu dan anak melainkan juga mengurusi kesehatan remaja dan kesehatan mereka yang berusia lanjut. Muncul istilah Posyandu Remaja dan Posyandu Lansia. Pelayanan kesehatan di Posyandu Remaja meliputi tindakan promotif dan preventif. Seperti gaya hidup sehat, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa, pencegahan penyalahgunaan Napza dan pencegahan kekerasan pada remaja. Posyandu Lansia melayani pemeriksaan kesehatan untuk para lanjut usia seperti tekanan darah, pemeriksaan kolesterol, gula darah dan asam. Posyandu Lansia juga menggelar olahraga ringan seperti senam lansia dan berbagai penyuluhan gaya hidup sehat untuk lansia.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Fenomena baru lahir dari Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Apa itu ? Posyandu Literasi! Posyandu ini disamping memberikan penyuluhan tentang hidup sehat bagi ibu dan balita juga membuka layanan literasi berupa pojok baca literasi di setiap posyandu. Posyandu Literasi ini berawal dari hasil kolaborasi Posyandu Desa Puro dengan Perpustakaan Desa Puro pada pertengahan tahun 2015. Kegiatan ini beri judul “ BUKU KELILING DESA (BU LISA)”. Buku keliling desa merupakan salah kegiatan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 15 setiap bulan dengan mengunjungi setiap Posyandu yang ada di Desa Puro.

Di Desa Puro ada 15 Posyandu yang terdiri dari 12 Posyandu Ibu dan Anak dan tiga Posyandu Lansia. Posyandu Literasi ini melibatkan kader literasi dan kader kesehatan dari setiap posyandu. Kerja sama ini berbuah manis. Posyandu Literasi tidak hanya memberikan informasi kesehatan saja tetapi juga mnegajak ibu dan anak untuk cinta membaca sejak dini. Semula buku-buku koleksi perpustakaan desa dibawa ke lokasi posyandu dan ditata berjajar di atas tikar. Mirip dengan ibu-ibu yang menjajakan sayur di pasar tradisional. Mendekatkan buku agar dibaca oleh ibu dan anak adalah langkah cerdas dan pintar untuk membangun budaya literasi di desa yang berpenduduk kurang lebih 9.554 jiwa ini.

Sejak awal tahun 2018 buku-buku tidak lagi diletakkan di atas tikar tetapi berada di rak buku yang tersedia di setiap posyandu. Di setiap posyandu kurang lebih ada 50-100 eksemplar buku yang dilayankan. Setiap bulan buku-buku ini diganti oleh Perpustakaan Desa Puro “Bukuku Guruku” untuk ditukar dengan posyandu yang lain. Diluar ritual acara posyandu, buku-buku ini tetap boleh dinikmati oleh masyarakat sekitar untuk menambah pengetahuan. Peminjaman dan pengembalian buku tetap dilayani di Posyandu Literasi ini. Posyandu telah bertransformasi sebagai kepanjangan tangan perpustakaan desa di tingkat RT.

Posyandu literasi adalah sarana untuk mendidik masyarakat agar melek informasi sehat sekaligus menanamkan budaya membaca sejak dini kepada para balita dan tentu saja ibunya. Budaya membaca akan melahirkan sikap kritis ketika membaca informasi kesehatan yang tersebar seperti buih di media sosial. Menangkal hoaks kesehatan adalah buah yang kelak dipetik ketika konsep Posyandu Literasi ini disebar seperti hoaks. Posyandu Literasi ini dapat dijadikan model aplikatif bagi seluruh posyandu di tanah air. Sampai dengan tahun 2018 jumlah seluruh posyandu di Indonesia adalah 283.370 dengan 61,32 persen adalah posyandu aktif.

Sambutan masyarakat terhadap Posyandu Literasi ini cukup menggembirakan. Ibu-ibu terlihat membacakan buku untuk buah hati dan mengajak mereka untuk bermain dengan Alat Permainan Edukatif (APE) yang tersedia di posyandu. Agar anak-anak tidak jenuh, kader literasi menyampaikan dongeng pemacu semangat untuk hidup sehat dan gemar membaca. Anak-anak pun terlihat bersuka cita menikmati dongeng yang disuguhkan. Untuk Posyandu Lansia, kader literasi membacakan buku yang berisi informasi sehat bagi para lanjut usia.

Posyandu Literasi adalah ide yang tumbuh dari kerja keras dan kerja cerdas pengelola Perpustakaan Desa Puro yang meluncurkan program “DEKAT MANFAAT” sejak tahun 2015. Mendekatkan diri kepada masyarakat dalam arti yang sesungguhnya. Buku Keliling Desa (Bu Lisa) adalah salah satu kegiatan dari “DEKAT MANFAAT”. Tiga kegiatan lain adalah Buku Menjadi Karya (Bu Jaya), Buku untuk Bimbingan Belajar (Bu Bimbel) dan Buka Internet untuk Masyarakat (Bu Imas).

*Romi Febriyanto Saputro adalah Pustakawan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen

Berita Terkait

Image

Literasi Menyelamatkan Anak dari Bahaya Rokok

Image

Perpustakaan, Literasi, dan Pemberdayaan

Image

Memahami Literasi Membela Demokrasi

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pustakawan /Sub Koordinator Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image