Kebijakan MyPertamina Tuai Pro-Kontra di Tengah Masyarakat

Rembuk  

 

YOGYAKARTA -- PT Pertamina mengeluarkan kebijakan baru yakni penggunaan situs MyPertamina dalam melakukan pembelian BBM Subsidi seperti Pertalite dan Solar. Hal ini menimbulkan banyak sekali respons dari masyarakat. Sosialisasi pendaftaran MyPertamina sudah disiarkan di berbagai media mainstream dan media sosial.

Awal bulan Juli 2022, pihak Pertamina sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mulai melakukan pendaftaran MyPertamina. Masyarakat diimbau untuk mendaftarkan kendaraan yang dimilikinya. Namun, saat ini masyarakat yang diwajibkan untuk mendaftarkan nomor kendaraannya adalah masyarakat yang menggunakan atau memiliki kendaraan beroda empat. 

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Terdapat warga yang menyatakan setuju dengan kebijakan Pertamina tersebut. "Saya setuju dengan adanya MyPertamina ini, karena untuk melindungi hak-hak masyarakat yang membutuhkan dari orang-orang yang tidak pantas untuk mendapatkan BBM Subsidi," ujar Widagdo, Selasa (5/7/2022).

Masyarakat yang mendaftarkan nomor kendaraannya melalui situs MyPertamina tidak memerlukan syarat khusus. Cukup melampirkan data diri seperti KTP, STNK, dan foto sesuai dengan ketentuan yang harus dilakukan serta dokumen pendukung lainnya.

“Saya sudah mencoba aplikasinya, kemarin sudah mendaftar di rumah. Namun, terkendala masalah pendaftaran, terakhir tidak bisa masuk server. Karena di situ terdapat tulisan terjadi kesalahan di akhir pendaftaran. Jadi, saya dateng ke booth pertamina dan dibantu oleh petugas, sampai sukses," ujar Widagdo, yang merupakan salah seorang pengendara mobil.

Permasalahan yang sering terjadi pada saat melakukan pendaftaran berada pada jam-jam tertentu. Seperti siang hari. Hal ini banyak sekali menjadi keluhan masyarakat. Salah satunya karena tidak bisa masuk server. Selain itu, masyarakat yang nantinya tidak disetujui untuk mendapatkan BBM Subsidi maka akan beralih sesuai dengan ketentuan yang diberikan.

“Kalau nanti saya disetujui pakai Pertalite, maka saya akan tetap pakai. Tetapi karena saya belum disetujui oleh pihak Pertamina, bila nantinya akan beralih atau tidak. Saya tetap menunggu hasilnya dan masih menggunakan BBM Subsidi. Tetapi, jika tidak bisa mendapatkan BBM Subsidi ya gimana lagi. Saya tetap akan mengikuti ketentuan yang ada. Karena mobilitas saya tidak tinggi jadi dalam satu hari saya hanya menghabiskan beberapa liter saja," katanya.

Menurut Wiryanto, pengawas di SPBU Seturan, sosialisasi mengenai MyPertamina kepada masyarakat masih belum merata. Masih jarang masyarakat yang menggunakan situs ini dan belum mendapatkan sosialisasi.

“Setahu saya itu (penyuluhan mengenai aplikasi) belum menyeluruh. Kalau MyPertamina itu di sini (Seturan) masih jarang yang menggunakan. Soalnya menurut masyarakat di sini (Seturan) menggunakan aplikasi itu malah bikin ribet,” ujar Wiryanto, Rabu (13/7/2022)

Masyarakat juga menganggap bahwa penggunaan aplikasi MyPertamina membuat pembayaran menjadi sulit. Masyarakat lebih suka membayar secara langsung ketimbang menggunakan aplikasi. Aplikasi ini juga dianggap menyusahkan bagi masyarakat yang gagap teknologi.

Mending bayar secara tunai langsung. Soalnya (jika menggunakan aplikasi) harus download dulu, harus mengisi MyPertamina dulu. Nah, itu yang disayangkan oleh masyarakat" jelas Wiryanto.

Namun penggunaan MyPertamina ini memiliki tujuan tertentu, yakni untuk mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkan subsidi bahan bakar. Mengingat sudah banyak subsidi yang disalahgunakan dan subsidi tersebut diterima oleh orang yang salah atau tidak berhak.

“Setahu saya itu, mobil yang harusnya pakai bahan bakar subsisdi atau tidak subsidi, itu yang nanti bisa diketahui dari (penggunaan aplikasi) MyPertamina. tapi tetap menimbulkan dampak.” terang Wiryanto.

Setelah adanya kebijakan baru ini, diharapkan BBM Subsidi akan diterima oleh masyarakat yang tepat. Sehingga tidak ada kelangkaan BBM dan salah penggunaan BBM Subsidi.

 

Menurut Novi, salah seorang petugas bantu di booth Pertamina, banyak masyarakat salah kaprah menanggapi kebijakan tersebut. "Sebenarnya kemarin salah kaprah, jadi memang kebanyakan mengunduh aplikasi. Padahal kita tidak memerlukan aplikasi. Jadi kita masuk ke website tujuan untuk pendaftaran dan mengunduh barcode, jadi untuk pendaftarannya hanya melalui website” ujar Novi.

“Bagi konsumen yang ingin menggunakan Pertalite dan Solar wajib mendaftar, nanti untuk diterima atau tidak itu belakangan. Apabila tidak mendaftar maka dianjurkan ke Pertamax. Agar tepat sasaran, sebaiknya kebijakan ini dilakukan agar subsidi ini tepat sasaran,” ujar Novi menambahkan.

“Saat ini dari pemerintah hanya menyarankan untuk proses pendaftarannya saja. Tetapi bagi kriteria mobil yang berhak menerima subsidi atau tidak petugas menyerahkan kembali ke pemerintah, dan petugas bantu belum diinfokan. Jadi dari awal pengumuman diserukan untuk pendaftaran bagi kendaraan roda empat dan enam boleh mendaftar. Tenaga bantu hanya membantu pendaftaran. Sedangkan kriterianya kami belum tahu," kata Novi lagi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image