Kayuh Semangat Mbah 'Dinar' di Usia Senja

Rembuk  
Mbah Dinar, penjual burger di depan Superindo Jalan Kaliurang KM 6, Sleman, DIY. Foto: Yode Arumnda

Oleh: Yode Arumnda

YOGYAKARTA -- Mbah Wahadi (80) terlihat masih semangat mengayuh gerobak sepedanya. Di usia senjanya, pria yang kerap dipanggil Mbah Dinar itu beraktivitas sehari-sehari sebagai penjual burger.

"Saya itu kepengen maju, kalau di rumah diam saja malah tidak bermanfaat," kata Mbah Wahadi saat diwawancara, Ahad (24/7/2022) lalu.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Setiap harinya, Mbah Wahadi menempuh jarak 12 kilometer untuk sekali pulang pergi dari ruko tempat ia biasa menumpang untuk tidur yang terletak di Jalan Kaliurang (Jakal) KM 12. Tempatnya biasa berjualan adalah di depan toko Superindo Jakal yang terletak di Jalan Kaliurang KM 6.

Semangat juang Mbah Wahadi, selain untuk menghabiskan masa tuanya, juga untuk menghidupi istrinya yang tinggal di tempat asal Mbah Wahadi, Bantul Timur. Ayah dari tiga anak itu sekarang hanya hidup berdua dan terpisah. Sesekali jika ada acara besar di kampungnya, Mbah Wahadi baru menyempatkan untuk pulang.

Berjualan sejak tahun 2004, Mbah Wahadi tidak pernah mengeluh dengan apa pun hasil yang diperoleh. "Seberapapun hasilnya ya, yang penting cukup. Dan yang penting juga bergerak, meskipun sudah sepuh. Kalau tidak bergerak malah tidak maju nanti," kata Mbah Wahadi.

Diketahui, sebenarnya Mbah Wahadi adalah satu satu mitra dari Burger Dinar yang berasal dari Kota Solo. "Dulu itu banyak mitranya, tetapi sekarang tinggal saya saja. Oh ya, Dinar itu nama yang punya Dian Nirmalasari," ceritanya sambil tersenyum menceritakan masa jaya Burger Dinar zaman dulu.

Sekarang biasanya Burger Dinar yang dibawa oleh Mbah Wahadi dibatasi dan tidak lagi sebanyak dulu. "Ya sehari mungkin bisa 80-100. Tapi selalu mbah batasi, karena juga sudah makin sepuh dan sepi," ujarnya.

Jika sepi pun Mbah Wahadi biasanya mulai berkeliling ke desa sekitar sembari pulang. Mbah Wahadi berjualan mulai dari pukul 11 siang sampai sore, lalu lanjut menjajakannya pada saat perjalanan pulang.

Tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk menikmati burger jadul milik Mbah Wahadi ini. Biasanya, harga burger tanpa telur dibanderol Rp 9.000, sedangkan burger dengan telur seharga Rp 12.000. Tertarik untuk mencoba?

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image